Muhasabah Qabliyah Maiyah Macapat Syafaat 170919

Kebun Maiyah adalah kebun yang hijau berseri. Banyak yang bekerja menghidupi kebun ini dengan keikhlasan, dan mereka menyadari bahwa mereka bukan pemilik kebun itu namun mereka berusaha untuk bertanggungjawab penuh untuk merawat kebun ini.
Mereka paham bahwa kebun ini adalah milik Allah, dan mereka paham bahwa mereka harus menanam, merawat, benih-benih kehidupan yang diberikan melalui Simbah, meski mereka juga tiada tahu siapa yang akan memanen kebun ini. Mereka adalah pekerja-pekerja yang ikhlas, pejuang-pejuang fisabilillah yang rela orang lain memetik buah yang mereka tanam.
Kebun Maiyah ini digarap atas dasar maiyah kebersamaan, rasa tepo seliro, kesamaan range frekuensi gelombang dan nalar, dan dalam satu sistem gelembung yang menggelembung dalam segitiga cinta.

Share:

Rokok

Dalam lingkungan sekitar kita masih sering terjadi silang pendapat mengenai hukum mengkonsumsi rokok. Dan saya memaklumi hukum itu selama masih pada batas lima hukum fiqih, wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram.
Dalam pengumpulan remah remah, dan rempah rempah sejarah, hingga pada era kini yang mana rokok menjadi warisan budaya Indonesia, dalam hal ini rokok kretek. Mengapa bisa dikatakan sebagai warisan budaya. Karena pada dasarnya, penemuan kretek bukan sebagai konsumsi candu namun merupakan obat.
Pak Bei pernah mengatakan bahwa munculnya larangan merokok sampai pada level fatwa adalah karena politik farmasi yang mana herbal khas dan warisan leluhur pelan-pelan di kebiri. Berbagai manfaat rokok telah diteliti secara ilmiah. Dan sudah banyak juga penderita kanker ganas yang tersembuhkan dengan merokok, tentu fakta ini akan berkebalikan dengan statemen "Merokok dapat menyebabkan gangguan kehamilan, kanker........."
Bahkan pada akhir abad 19 rokok menjadi ramuan efektif untuk mengobati masalah pernafasan dan batuk. Sehingga muncul statemen "Nyamsu dhisik" ketika ada orang yang mengalami batuk-batuk.
Sebagai masyarakat akademis yang mengedepankan sikap ilmiyah, akan lebih presisi jika percobaan dilakukan, bukan sebatas share klaim atau statemen bahkan hoax. Sebagian yang anti-rokok itu adalah orang yang belum pernah merokok. Dan jika ada yang sampai sakit karena merokok itu bisa kita ibaratkan sebagai orang yang overdosis minum obat.
Share:

Wolak Walik

Kenapa pegawai outsourcing diatas pegawai tetap. Kenapa pegawai outsourcing bisa memecat atau memutasi pegawai tetap, sekehendaknya. Mungkin karena ai outsourcing ini bisa memecat dan memutasi sesukanya ini, maka wajah pembangunan jalan, pembersihan sungai, penataan administrasi dinisbatkan padanya.
Padahal dia outsourcing dan hanya punya kurun 5 tahun.
Padahal pembangunan dan sebagainya itu tadi butuh perencanaan yang matang, butuh studi yang lama.
Bukannya ini harusnya tanggungjawab pegawai tetap.
Kalau memang ini tanggung tanggung jawab pegawai outsourcing, lalu siapa yang merencana pembangunan jalan tol, siapa perencana pembangunan wisma, siapa perencana penutupan dan pembersihan sungai? Apakah itu ide sehari dua hari dari si outsourcing, atau malah hanya ilham yang turun semalam?
Atau yang merencana adalah pegawai tetap yang di klaim oleh pegawai outsourcing?
Atau ada perencana konspirasi?
Share:

Soleboh | Tom Sam Cong

Ada hijab yang begitu jauh antara Soleboh dan Tom Sam Cong.
"Boh, kamu tahu ada informasi tentang Tom Sam Cong, ra?"
"Sopo iku Su?"
"Dijamanku ada cerita dan dikisahkan dalam film tentang manusia dan siluman yang berasal dari Cina, pergi ke barat mencari Kitab Suci, Perjalananmu ini kan dalam rangka meramu remah sejarah dengan menilik sumber yang ada di Utara. Ku pikir kamu sudah mencari info tentang orang ini."
"Aku ndak kepikiran je, sama Sam Cong ini."
"Apakah di Utara sana, budaya menulis sejarah itu seperti budaya kita, menulis sejarah dalam bait tembang, menulis sejarah diselingi fiksi seperti dalam kitab Ambiya, Babad Prambanan, Babad Tanah Jawi, sebagaimana aku menulis tentangmu, Boh?"
"Kalau aku bisa menembus benteng besar itu dan masuk ke kepustakaan mereka, aku kabari kamu."
"Siippp..."
"Kembalilah ke waktumu, bukankah kamu juga akan dalam perjalanan, dan kamu akan melihat sebaran fitnah dan serapah. Jangan lupa doa sebelum salam. Assalamu alaikum."
Share:

Tirai Hijab Kekuasaan

Saya berprasangka kepada mereka yang tetiba membuat keputusan diluar perkiraan dan sudut pandang ummat, adalah mereka yang melihat sesuatu di balik hijab. Adapun yang ada di balik hijab ini adalah sesuatu yang tidak boleh disampaikan kepada ummat yang belum memperoleh akses untuk masuk ke balik tirai ini.
Ketika kita bisa melihat ke balik tirai ini, ada pertimbangan pertimbangan politis yang menjadikan kita kehilangan idealisme. Toh kehilangan idealisme itu selama tidak melanggar wilayah syara' itu tidak perlu dipermasalahkan. Yang bermasalah adalah ketika wilayah ikhtilaf dipermasalahkan untuk perpecahan.
Ada diskusi jual beli kebijakan dibalik tirai. Dan seorang pemimpin tentu mengutamakan yang dipimpin bukan idealismenya. Sebagian besar masyarakat kita memang belum bisa berlepas diri dari budaya mengajukan proposal, mungkin terkecuali mereka yang tidak memiliki kemampuan membuat proposal tertulis dan kemudian membuat proposal lisan dengan bertawasul di makam. Banyak yang melihat bertawasul ini adalah sebuah kesyirikan karena bergantung kepada pemilik makam, padahal hati mereka dan doa mereka tertuju pada Allah. Lalu bagaimana dengan kesyirikan bergantung pada makhluk hidup atau sistem yang dibuat oleh makhluk hidup yang disebut pemerintah?
Terlepas dari urusan kesyirikan diatas, seorang pemimpin juga akan mengikut keputusan bersama dari ummat. Bukan sebatas keputusan segelintir kelompok akademisi apalagi politisi. Ketika ummat khawatir, seorang pemimpin juga akan merasakan kekhawatiran itu. Kekhawatiran akan hari esok itu.
Wallahu a'lam.
Share:

#2019GantiPresiden ??

Kalau saya di tanya tentang #2019GantiPresiden ,
saya bisa jadi setuju, bisa jadi tidak setuju.
-Saya setuju jika pengganti pak jokowi sudah disiapkan dan memang lebih baik dari pak jokowi.
-Saya tidak setuju, jika penggantinya tidak lebih baik dari pak jokowi.
Kebaikan ini akan relatif di mata manusia, maka, sudutpandang Allah perlu kita pakai.
Caranya, kita bertanya pada Allah dalam istikharah.
Wallahu a'lam.
Share: