Tampilkan postingan dengan label Wonogiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wonogiri. Tampilkan semua postingan

Wonogiri Gabungan dari Sejumlah Distrik

Kabupaten Wonogiri yang ada saat ini pada awalnya berupa beberapa distrik. Nama-nama distrik ini pun mengalami beberapa kali perubahan. Berikut kami tuliskan nama-nama distrik sebelum akhirnya menjadi satu kesatuan yang bernama Kabupaten Wonogiri.

Sebelum 1861.

Sebelum 1861 nama-nama distrik yang menempati wilayah Wonogiri saat ini adalah,
  1. Distrik Sembuyan
  2. Sebagian Distrik Keduwang.
  3. Distrik Wirokog.

1861- 1922

Sedangkan pada masa ini nama-nama distrik yang menempati wilayah Wonogiri saat ini adalah,
  1. Distrik Koeto
  2. Distrik Wonogiri
  3. Distrik Kakap
Perbedaan antara periode ini dengan periode sebelumnya adalah  wilayah Bedoyo dan Donorojo sudah bukan bagian Karesidenan Surakarta. Selain itu, wilayah Wonogiri sudah bukan lagi bagian kabupaten Pajang, melainkan Kabupaten Kartasura. Adapun Kabupaten Pajang sudah hilang.

1922-1945

Pada masa ini terjadi perubahan susunan pemerintahan lagi. Wilayah Wonogiri menjadi bagian Afdeeling (Kabupaten) Surakarta yang bernama Onderafdeeling Wonogiri. Onderafdeeling Wonogiri memiliki beberapa District (Wedana) yaitu,
  1. Wedana Wonogiri
  2. Wedana Woeryantara
  3. Wedana Baturetna
  4. Wedana Djatisrana
  5. Wedana Poerwantara



Share:

Lokasi Wonogiri Sebelum 1861 M

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, Wonogiri pada masa sebelum 1861 Masehi merupakan desa paling utara dari District Sembuyan. Posisi ini menjadikan Desa Wonogiri sebagai desa tapal batas. Wonogiri berbatasan langsung dengan District Aribojo.

Adapun desa di District Aribojo yang berbatasan langsung dengan Sembuyan adalah Desa Oeter. Oeter berarti desa terjauh atau desa terluar. Oeter dalam perkembangannya oleh lidah jawa berubah menjadi Nguter, sebuah kecamatan yang berada di bagian selatan Kabupaten Sukoharjo.

Dalam Kaart der Residentie Soerakarta 1859, Wonogiri berada di sebelah utara Desa Tekaran. Sedangkan di selatan Desa Tekaran terdapat Desa yang bernama Desa Laroh. Dengan demikian, menurut kami, Wonogiri pada masa tersebut berada Desa Nambangan, Selogiri pada saat ini.
Share:

Wonogiri Sebelum 1861 Masehi

Wonogiri sebelum 1861 adalah sebuah desa kecil yang berada di sebelah utara District Sembuyan. Sehingga dalam pembahasan mengenai Wonogiri sebelum 1861 akan disampaikan sesuai kondisi saat itu. Sebagai acuan, kita gunakan peta terbitan Hindia-Belanda yang berjudul Kaart der Residentie Soerakarta tahun 1859.

District Sembuyan merupakan bagian dari Regentschap Padjang. Regentschap adalah daerah administrasi semasa Hindia-Belanda yang setara dengan Kabupaten saat ini, Sehingga District bisa kita setarakan dengan Kecamatan. Adapun Regentschap Padjang merupakan bagian dari Residentie Soerakarta.

Karesidenan Sorekarta terdiri atas tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Pajang, Sukawati Kulon, Sukowati Wetan. Sebagaian wilayah Kabupaten Wonogiri yang sekarang, pada masa sebelum 1861 merupakan wilayah dari Kabupaten Sukawati Wetan.



Share:

Khasanah Jawa | Lagu Dolanan | Gundul Gundul Pacul


Lirik
" Gundul gundul pacul *cul, gembelengan,
Nyunggi nyunggi wakul *kul, gembenlengan,
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar "

lagu ini singkat, namun memiliki nilai moral yang tersirat dan cukup tinggi,,
pada gatra pertama,
"gundul pacul" itu adalah perumpamaan untuk seseorang,

bisa jadi dia adalah seorang anak kecil,
anak kecil jawa dulu identik dengan gundul,

atau perumpamaan untuk seseorang yang belum memiliki tanggung jawab,
belum diberi amanah, sehingga ia masih wajar
dan bukan masalah yang besar jika dia
"gembelengan"
maksud gembelengan ini adalah melakukan hal yang tidak di senangi orang.
dalam adat jawa, gembelengan sering di identikan dengan orang yang berperangai sombong dan congkak,
atau seseorang yang memiliki perilaku tidak sopan "pecicilan".

"Nyunggi wakul" adalah perumpamaan seseorang yang telah mendapat amanah,
namun jika dengan amanah itu dia masih "gembelengan"
maka akibatnya adalah
"wakul ngglimpang, segane dadi sak latar"
wakul (ibarat negara), jika kesombongan meraja lela, wadah (wakul) akan terjungkal
yang mengakibatkan elemen yang bersatu di dalamnya akan tercecer,
persatuan pun hilang.

pembanding : http://forum.kompas.com/nasional/207343-makna-dari-lagu-gundul-gundul-pacul.html
lagunya : www.youtube.com/watch?v=q5t2NEDY4iQ
Share:

Potensi Emas Randu Kuning Selogiri Wonogiri

Sahabat, saya nemu sebuah referensi, yang  kayaknya penting untuk di share.

saya nemu "ANUAL REPORT FOR THE FINANCIAL YEAR ENDED 30 JUNE 2013".

disana saya menemukan profil cadangan emas di G. Randu Kuning.
sebuah Gunung Emas yang saya rasa cukup untuk menghidupi dan menjalankan roda ekonomi kabupaten ini.
Berikut beberapa Gambarnya,
maaf tidak saya share tulisan-tulisannya.




Selain itu disana Juga dijelaskan potensi mineral tambang lain di tempat ini,,

Sumber: Augur Resources Ltd.
Share:

Mineralisasi Daerah Tirtomoyo, Wonogiri

1. Urat logam dasar Pb-Zn dikarakterisasi oleh kuarsa, pirit, galena, sfalerit dengan sedikit kalkopirit. Komposisi bulk urat memiliki kadar yang variatif; misalnya urat Bonagung (0.13 % Cu; 0,31 % Pb; 0,99 % Zn), urat Ngroto (1,29 % Cu; 0,28 % Pb; 438,7 ppm Zn), dan urat Warak (3,38 % Cu, 1,40 % Pb, 26,34 % Zn).
2. Urat polimetalik tersebut berupa sheeted veins memperlihatkan tekstur kristal kuarsa cenderung kasar, jernih, kadang-kadang kalsedoni, comb, bahkan biasa berkembang tekstur gigi anjing (dogteeth) dan crustiform banded. Open-space filling textures tersebut menunjukan bahwa urat kuarsa+logam dasar tersebut merupakan bagian dari sistem epitermal.
3. Batuan pembawa mineralisasi kemungkinan dasit yang mengintrusi breksi vulkanik dan lava andesit. Akibat larutan hidrotermal dari dasit tersebut, batuan mengalami alterasi berupa silisifikasi, argillik dan propilitik.
4. Analisis inklusi fluida terhadap beberapa urat kuarsa terpilih menunjukan endapan tersebut terbentuk pada temperatur sekitar 220-340 OC dengan peak pada 250 OC, serta salinitas umumnya pada jangkauan 0.5-1.0 wt.% NaCl eq. Endapan tersebut terbentuk pada tekanan 30-40 bars dan pada kedalaman sekitar 350-500 meter di bawah permukaan lampau (paleosurface).
5. Daerah Tirtomoyo cukup potensial untuk eksplorasi logam dasar (dari pada untuk logam mulia seperti emas-perak). Eksplorasi detail dapat dilakukan di daerah sekitar Warak dan Ngepoh. Secara umum sumberdaya/cadangan logam dasar pada tipe endapan ini memang relatif kecil, namun dengan menerapkan selective mining dengan mengikuti orientasi urat/pembuatan terowongan dan teknik penambangan manual/tenaga manusia, maka dapat meningkatkan perolehan (recovery) penambangan.

Referensi: STUDI MINERALISASI DAN MIKROTERMOMETRI PADA ENDAPAN
LOGAM DASAR Pb-Zn DAERAH TIRTOMOYO, KABUPATEN WONOGIRI,
PROPINSI JAWA TENGAH (Arifudin Idrus, I Wayan Warmada, Iwan Setiawan, Bogie Raditya, Mitra Kurnia)

Share:

Wonogiri Menuju Layak Anak

RAkor pengembangan KLAdi Wonogiri

Deklarasi Eks Distrik Purwantoro LAyak Anak

Deklarasi Wuryantoro Layak Anak
Sumber: Kla.Or.Id
Saya Kehilangan Momen-Momen ini,,,
kabar kecamatanku sendiri gimana ya?
sudahkah layak anak,,,

Eromoko, tentu akan lebih layak anak,,
karena dari Eromokolah embrio FA di kab Wngr terbentuk,,

Perjuangan advokasi ke Dewan telah dilakukan beberapa tim sejak 2006,,
beberapa anak dari desa kami,
waktu itu saya masih kelas 6 SD, dan belum mudeng Organisasi,,,

#mengenangmasalalu

Share:

Profil Batuan Tebing Timur Waduk Parangjoho



Pada dinding timur waduk tersingkap perselingan breksi aneka bahan, batulapili pumis dan tuf pumis, variasi ketebalan 20 - 50 cm, kedudukan U 266oT/8o. Breksi ini berupa endapan masif, terpilah sangat buruk sampai buruk, kemas terbuka, tersusun atas fragmen bom dan blok andesit piroksen dan dasit, bentuk butir fragmen sangat menyudut sampai menyudut tajam, ukuran butir rata - rata 5 - 15 cm dan terbesar 80 cm tertanam dalam matriks tuf lapili pumis. Tuf itu berstruktur laminasi sampai berlapis, terpilah sedang-buruk, kemas terbuka dan tersusun atas fragmen pumis berukuran lapili yang tertanam di dalam abu gunung api. Lima puluh meter ke selatan (7o57’00” LS dan 110o49’00” BT) tersingkap perlapisan breksi aneka bahan yang mencapai ketebalan 5 - 10 m, bersama-sama dengan perlapisan breksi pumis (tebal 20 - 60 cm) dan tuf lapili pumis, tebal 20 - 35 cm. Breksi pumis dan tuf lapili pumis kadang-kadang menyisip dan melensa di dalam breksi aneka bahan setebal 5 - 10 cm. Breksi aneka bahan dicirikan oleh struktur masif, terpilah sangat buruk atau bahkan tidak terpilah, kemas terbuka, didominasi oleh bom dan blok gunung api berbutir sangat kasar yang kadang-kadang menunjukkan arah umum penyirapan ke utara (U350-5o T), tertanam di dalam massa dasar batulapili dan tuf kaya pumis.
Sebagai fragmen breksi aneka bahan, bom dan blok gunung api berkomposisi andesit, andesit basal, andesit piroksen, dan dasit, berbentuk menyudut tajam, atau agak membundar tetapi tekstur permukaan sangat kasar, berdiameter 60 - 150 cm. Fragmen batuan lain berupa metasedimen yang menyudut tajam dan sangat keras, berdiameter 4 - 10 cm, fragmen batuan andesit terubah dan teroksidasi. Baik fragmen tua maupun bom dan blok gunung api sering membentuk kekar prisma (prismatic jointings) atau rekahan gergaji (jigsaw-cracks). Breksi pumis dominan pumis berdiameter 2 - 10 cm, sangat kaya kuarsa runcing-runcing dan bipiramidal.
Sumber : 

JURNAL GEOLOGI INDONESIA, Vol. 4 No. 2 June 2009

Share:

Profil Batuan Jurang Jamus, Pasekan Eromoko

Jarak dari Waduk Parangjoho sekitar 2,5 km ke barat. Breksi aneka bahan tebal tersingkap 30 - 50 cm ditindih breksi pumis tebal 10 - 30 cm dengan kedudukan U162oT/15o. Breksi aneka bahan mengandung fragmen batuan dan pumis yang tertanam di dalam massa dasar tuf lapili pumis. Fragmen batuan terdiri atas andesit, andesit basal, andesit piroksen, dan dasit berbentuk menyudut tajam sampai menyudut tanggung, ukuran butir rata-rata 25 – 50 cm. Pumis berdiameter 1 – 3 cm, putih kekuningan, struktur rongga berserat.

Sumber : 


JURNAL GEOLOGI INDONESIA, Vol. 4 No. 2 June 2009

Share:

Khasanah Jawa | Lagu Dolanan | Lir Ilir

Pagi buta, Beliau masih tertidur lelap...dering hape sony erricsonnya tak membuatnya geming dari lelapnya. 15 menit berlalu, ia buka pesan masuk itu...
" arti lir ilir per ukara apa? "
tanya teman IMBASADI (Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia) yang kuliah di UNESA. Sambil bergumam ia membalas sms kawannya itu.

Berikut adalah penjabaran dari jawaban pertanyaan itu yang ia sampaikan padaku :
Lir ilir ini ciptaan Sunan Kalijogo dengan kiasan-kiasan kehidupan tingkat tinggi. tak semua orang bisa menangkap arti dan makna sirat dalam lagu yang hanya di pake DOLANAN ini.

Lir ilir, lir ilir tandure wis sumilir 
(Lir ilir, lir ilir tanamannya sudah mulai bersemi)
lir-ilir : Sayup-sayup bangun (dari tidur), tanaman : agama Islam.
Ada pula yang menfsirkan bahwa, ini sebagai gambaran kehidupan manusia.

Tak ijo royo – royo 
(Hijau Royo royo)
Agama Islam tumbuh subur di Tanah Jawa. Yakni hijau sebagaiman simbol umum agama Islam. Ada juga penafsiran yang mengatakan bahwa kehidupan manusia yang mulai tertata dan mulai berkembang layaknya kesuburan pada tanaman yang hijau.

Share: